Wednesday, August 28, 2019

The legacy of a good name

*The Legacy Of a Good Name*

Al-Capone..., gembong mafia kesohor pada  zamannya di tahun 20an....,  merekrut Easy Eddy sebagai salah satu pengacaranya yang paling dipercaya.

Easy Eddy..., seorang pakar hukum yang sangat terkenal pada tahun 1920-1930 -an..., piawai dalam membela klien-kliennya..., itu sebabnya Al-Capone sangat mempercayai dan menyayanginya.

Kepiawaiannya selalu berhasil membebaskan kelompok mafia itu dari perbuatan kejahatan...; mulai dari pemerasan..., peredaran obat bius/narkoba..., hingga kasus pembunuhan.

Al-Capone memberikan apa saja yang dibutuhkan oleh keluarga Eddy.

Easy Eddy mempunyai seorang anak laki-laki..., yang tinggal bersamanya di sebuah rumah yang mewah.

Kehidupan keluarga Easy Eddy begitu sangat nyaman.

Sampai suatu hari..., Easy Eddy berfikir tentang kekayaannya yang membuat kehidupan keluarganya merasa nyaman tersebut.

Apakah kekayaannya ini yang dibutuhkan oleh anak saya..., untuk diwariskan....?

Akankah anak saya bangga menyandang namanya..., dengan seluruh kekayaan ini....?

Setelah berkali-kali berfikir tentang apa yang paling baik untuk diwariskan kepada anaknya itu..., sampailah kepada kesimpulan dan diputuskan.

Yang dapat diwariskan kepada anaknya ternyata bukan kekayaan..., tetapi "The Legacy of a Good Name"..., sebuah peninggalan (warisan) nama baik.

Maka..., setelah berkesimpulan bahwa efek dari mewariskan nama baik tidak pernah akan habis dimakan waktu..., Easy Eddy memutuskan dan bertekad akan membela negara dalam memberantas kejahatan.

Ia berbalik menjadi lawan Al-Capone..., satu-persatu kejahatan mafia pimpinan Al-Capone dikalahkannya di pengadilan.

Dengan sepak terjang Easy Eddy yang berubah tersebut..., di satu hari dalam perjalanan pulang ke rumah..., di suatu tempat yang sepi dia dibunuh.

Cita-citanya untuk meninggalkan nama baik harus dibayar mahal dengan hidupnya sendiri.
.......
Pada masa yang berbeda..., pada masa Perang Dunia ke II..., ada seorang penerbang angkatan udara Amerika yang ditugaskan untuk membawa pesawat yang berpangkalan di kapal induk Lexington.

Dalam salah satu misi penerbangannya..., ia menyadari bahwa pesawatnya belum diisi cukup bahan bakar dulu. 

Dia minta ijin untuk kembali guna mengisi bahan bakar.

Dalam perjalanan pulang ke kapal induknya..., ia melihat ada 9 pesawat bomber Jepang sedang menuju ke kapal kapal induk juga.

Mereka pasti bermaksud menenggelamkan kapal induk Lexington..., yang tidak lain adalah  pangkalan pesawat terbangnya.

Hanya sendirian dengan persenjataan yang tidak memadai untuk berhadapan dengan pesawat musuh sebanyak itu..., dia sebagai penerbang muda memutuskan untuk berani menyerang..., dan dia berhasil menembak jatuh dua buah bomber Jepang.

Dan saat kehabisan peluru..., ia kemudian menabrakkan pesawatnya ke arah sayap salah satu bomber yang lain..., sehingga hasilnya tiga buah bomber yang ia jatuhkan.

Rekan-rekannya di kapal induk Lexington hanya bisa menyaksikan aksi pilot muda yang gagah berani itu..., tanpa bisa berbuat apa-apa.

Rupanya sang pilot muda tadi berhasil mendaratkan pesawatnya kembali di kapal induknya..., walau dalam keadaan terluka.

Kemudian hari atas perjuangan heroiknya itu..., dia menjadi perwira Amerika pertama yang menerima medali US Congressional Medal of Honour..., penghargaan tertinggi yang ada.

Nama orang ini adalah Butch O Hare..., yang sekarang dipakai sebagai nama bandara di Chicago.

Dia adalah pahlawan yang dihormati..., karena keberanian dan pembelaanya terhadap Negara.

Yang sangat menarik dari dua kisah diatas adalah..., ternyata pemuda Butch O Hare itu tidak lain adalah putra dari Easy Eddy.

Rupanya itulah buah dari pengorbanan Easy Eddy untuk menunjukkan pembelaannya terhadap negara..., dengan keberaniannya melawan hegemoni Al-Capone dalam dunia kejahatan mafia.

Ia tidak hanya meninggalkan nama harum bagi keturunannya..., tetapi juga berhasil mewariskan "KEBERANIAN DAN PATRIOTISME" kepada putranya.

Jangan lupa..., wariskan nama baik untuk next generation..

No comments: